Selasa, 21 Mei 2019

PENTINGNYA KEGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN

Oleh :
Yenita Sihaloho7173142035)
Sri Wulandari (7173342050)
Yan Danie Siahaan (7173142034)
Peretdi Lumbansiantar (7173342039)


Dosen Pengampu : RINI HERLIANI, M.Si, Ak.CA

Prodi Pendidikan Akuntansi

Fakultas Ekonomi 
Universitas Negeri Medan

Abstrak
Proses pembelajaran pada dasarnya menuntut kemampuan guru dalam mengendalikan kegiatan belajar siswa. Meski tidak setiap kegiatan belajar siswa bergantung kepada kehadiran guru, namun terdapat hubungan sebab akibat antara guru mengajar dan murid belajar. Oleh karena itu, salah satu tanggung jawab guru dalam proses pembelajaran adalah merancang dan melaksanakan proses pembelajaran sedemikian rupa sehingga para peserta didik dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menciptakan pembelajaran yang efektif dengan keterlibatan siswa agar terjadi optimalisasi belajar dan cara menumbuhkan keterampilan dasar dan keterampilan komplek pada siswa, bukan sesuatu yang mudah, Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran sebagai bagian dari sumber belajar. Media pembelajaran bermanfaat untuk melengkapi, memelihara dan bahkan meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, penggunaan media dalam pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar, meningkatkan aktivitas siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketepatan penggunaan media pembelajaran tidak terlepas dari pemahaman kita terhadap ragam dan karakteristik media tersebut. Setiap jenis media pembelajaran memiliki kekhasan tersendiri. Hal ini perlu dijadikan bagian kemampuan dan keterampilan guru sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki menuju guru yang profesional.

Kata Kunci: Media, Media Pembelajaran

PENDAHULUAN
Pada hakikatnya pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran atau media, dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. 

Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang terdapat dalam kurikulum, sumber pesannya adalah guru, siswa, orang lain, penulis buku, salurannya adalah media pembelajaran, dan penerima pesan adalah pebelajar.

Pembelajaran mengandung dua kegiatan dan melibatkan dua pihak, kegiatan yang dimaksud yaitu belajar dan membelajarkan. Belajar adalah proses perubahan perilaku sebagai akibat dari interkasi dengan lingkungan untuk mencapai tujuan. Siswa adalah pihak yang menjadi fokus sebagai pelaku belajar, sedangkan guru adalah pihak yang menjadi fokus untuk menciptakan situasi hingga terjadinya proses belajar pada diri siswa. Proses pembelajaran pada dasarnya menuntut kemampuan guru dalam mengendalikan kegiatan belajar siswa. Meski tidak setiap kegiatan belajar siswa bergantung kepada kehadiran guru, namun terdapat hubungan sebab akibat antara guru mengajar dan murid belajar. Oleh karena itu, salah satu tanggung jawab guru dalam proses pembelajaran adalah merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif sehingga para peserta didik dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menciptakan pembelajaran yang efektif dan inovatif dengan keterlibatan siswa agar terjadi optimalisasi belajar dan cara menumbuhkan keterampilan dasar serta keterampilan komplek pada siswa bukanlah sesuatu yang mudah. Hal ini memerlukan aspek lain yang bukan hanya kemampuan verbal melainkan pelibatan berbagai sumber belajar (learning resources) yang digunakan siswa dengan kehadiran dan penggunaan secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran sebagai bagian dari sumber belajar. 

Media pembelajaran bermanfaat untuk melengkapi, memelihara dan bahkan meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, penggunaan media dalam pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar, meningkatkan aktivitas siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketepatan penggunaan media pembelajaran tidak terlepas dari pemahaman kita terhadap ragam dan karakteristik media tersebut. Setiap jenis media pembelajaran memiliki kekhasan tersendiri. Hal ini perlu dijadikan bagian kemampuan dan keterampilan guru sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki menuju guru yang profesional.

Guru profesional dituntut mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran. Proses pembelajaran bergantung padaperencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru, penerapan rencana pembelajaran dikelas, dan evaluasi yang akan dilakukan guru setelah pembelajaran selesai. Dengan menggunakan media belajar yang beragam didalam kelas akan terlihat lebih hidup daripada kelas dengan guru yang tidak memakai media apapun, demikian juga Guru. Guru kreatif dan inovatif akan selalu didamba kehadirannya oleh siswa-siswi, karena selalu hadir dengan suasana kelas yang baru, penuh inovasi, dan kreativitas.

KAJIAN PUSTAKA
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinyakomunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al.,2002; Ibrahim, 1997; Ibrahimet.al., 2001). Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996).

Lebih jauh Briggs menyatakan media adalah “alat untuk memberi perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar. Sedangkan mengenai efektifitas media, Brown (1970) menggaris bawahi bahwa media yang digunakan guru atau siswa dengan baik dapat mempengaruhi efektifitas proses belajar dan mengajar.Kata pembelajaran secara harifah diartikan sebagai suatu kondisi yang diciptakan untuk membuat seseorang melakukan suatu kegiatan belajar.

Berdasarkan definisi diatas, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, media pembelajaran memberikan penekanan pada posisi media sebagai wahana penyalur pesan atau informasi belajar untuk mengkondisikan seseorang untuk belajar. Dengan kata lain, pada saat kegiatan belajar berlangsung bahan belajar (learning matterial) yang diterima siswa diperoleh melalui media. Hal ini sesuai dengan pendapat Lesle J. Briggs (1979) yang menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai “the physical means of conveying instructional content..book, films, videotapes, etc. 

Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasidalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Media mediated instruction menempati posisi cukup strategis dalam rangka mewujudkan ivent belajar secara optimal. Ivent belajar yang optimal merupakan salah satu indikator untuk mewujudkan hasil belajar peserta didik yang optimal. Hasil belajar yang optimal juga merupakan salahsatu cerminan hasil pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas memerlukan sumber daya guru yang mampu dan siap berperan secaraprofesional dalam lingkungan sekolah dan masyarakat (Heinich et.al., 2002; Ibrahim,1997; Ibrahim et.al., 2001).

Dalam era perkembangan Iptek yang begitu pesat dewasa ini, profesionalisme guru tidak cukup hanya dengan kemampuan membelajarkan siswa, tetapi juga harus mampu mengelola informasi dan lingkungan untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa (Ibrahim, et.al., 2001). Konsep lingkungan meliputi tempat belajar, metode, media, sistem penilaian, serta sarana dan prasarana yang diperlukan untukmengemas pembelajaran dan mengatur bimbingan belajar sehingga memudahkan siswa belajar. Dampak perkembangan Iptek terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber dan media pembelajaran, seperti buku teks, modul, overhead transparansi, film, video, televisi, slide, hypertext, web, dan sebagainya. 

PEMBAHASAN
A. Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Aplikasi media pembelajaran berpijak pada kaidah ilmu komunikasi, yang antara lain dikatakan Lasswell (1982) “who says what in which channels to whom in what effect” Secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut : 
  1. Who, siapa yang menyatakan? (Guru, widyaiswara, instruktur, fasilitator dan semua yang berfungsi sebagai pengirim pesan)
  2. What, pesan atau ide/gagasan apa yang disampaikan? (dalam kegiatan pembelajaran ini berarti bahan ajar atau materi yang akan disampaikan). 
  3. Which Channels, dengan saluran apa, media saluran apa, media atau sarana apa, pesan itu ingin disampaikan? 
  4. To Whom, kepada siapa? (sasaran, siswa, peserta didik)
  5. What effect, dengan hasil atau dampak apa? 
Oleh karenanya media pembelajaran dapat menghasilkan proses pembelajaran yang efektif yang dimana menghasilkan proseskomunikasi yang berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempatiposisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal.Adapun Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
  1. Verbalisme, artrinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidakmengetahui artinya. Hal ini terjadi karena biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah), siswa cenderung hanya menirukan apa yang dikatakan guru.
  2. Salah tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda olehsiswa. Hal ini terjadi karena biasanya guru hanya menjelaskan secara lisan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya gambar, bagan, model, dan sebagainya.
  3. Perhatian tidak berpusat, hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain, gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik mempengaruhi perhatian siswa, siswa melamun, cara mengajar guru membosankan, cara menyajikan bahanpelajaran tanpa variasi, kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru.
  4. Tidak terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah. Tidak terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya konsep.
Secara umum media mempunyai kegunaan sebagai berikut:
  1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
  3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
  4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
  5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.

B. Fungsi Media Pembelajaran
Media Pembelajaran dalam proses pembelajaran memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapatdiketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbuldalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media (Gerlach & Ely dalamIbrahim, et.al., 2001) adalah sebagai berikut:
  1. Kemapuan fiksatif Media dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini,obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
  2. Kemampuan manipulativeMedia dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.
  3. Kemampuan distributiveMedia mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Berdasarkan fungsi media diatas, maka penggunaan media kedalam proses belajar mengajar memiliki manfaat sebagai berikut (kemp, 1975):
  1. Pengajaran menjadi lebih produktif, karena dengan ini, maka bahan belajar sesuai dengan tujuan pengajaran, dan merangsang siswa untuk aktif serta menggunakan waktu dengan sebaik￾baiknya.
  2. Pengajaran menjadi bersifat individual karena keberlangsungan pembelajaran meskipun dalam konteks klasikal akan tetapi pada dasarnya siswa belajar secara individual dan Secara rinci.
C. Klasifikasi Media Pembelajaran
a. Klasifikasi Media Berdasarkan 
Persepsi Indera Suleiman (1988) secara lebih rinci 
mengklasifikasikan media pembelajaran berdasarkan persepsi indera sebagai berikut:
  1. Media audio, yaitu media yang menghasilkan bunyi atau suara. Media ini dapat menyalurkan pesan melalui bunyi atau suara. Contoh media jenis ini adalah radio dan audio cassette tape recorder.
  2. Media visual, yakni media yang menghasilkan bentuk atau rupa, yang dikenal sebagai media peraga. Contoh media visual adalah gambar alat transfortasi, insektarium, tiruan rangka manusia, dan lain-lain.Media visual dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  • visual dua dimensi meliputi media dua dimensi pada bidang yang tidaktransparan (contoh: cetakan gambar pahlawan, poster, foto buah-buahan, dan lain sebagainya)h dan media dua dimensi pada bidang yang transparan (contoh: overhead transparency).
  • Media visual tiga dimensi contonya patung, boneka,diorama, dan lain-lain.
3. Media audio visual, yaitu media yang dapat menghasilkan rupa dan suara dalam satu unit media. Contoh jenis media ini adalah video, film bersuara, dan televisi.

b. Klasifikasi Media Berdasarkan 
Penggunaannya
Klasifikasi media berdasarkan penggunaannya dapat dilihat dari sasaran penggunanya dan cara penggunaannya. Berikut ini dipaparkan klasifikasi media berdasarkan penggunaannya dilihat dari kedua sudut pandang yakni:

a. Dilihat dari Sasaran Penggunanya
Berdasarkan sasaran yang menggunakannya, media dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  • Media pendidikan/pembelajaran yang penggunaannya secara individual
  • Media pendidikan/pembelajaran yang penggunaannya secara kelompok (baik kelompok kecil maupun kelompok besar)
  • Media pendidikan/pembelajaran yang penggunaannya secara massal (Degeng, dkk.,1993).

Contoh media pembelajaran yang penggunaannya secara individual adalah modul pembelajaran, buku pengajaran terprogram, mesin pengajaran, pembelajaran mandiri berbasis komputer, dan lain-lain. Media yang penggunaannya secara kelompok kecil maupun besar, misalnya slide bersuara, cassette tape recorder, video, dan lain 
sebagainya. 
Media pembelajaran yangpenggunaannya secara massal, misalnya televisi dan radio.

b. Dilihat dari Cara Penggunaannya
Berdasarkan cara penggunaannya media pembelajaran dibedakan menjadi dua, yakni:
  1. Media yang penggunaannya secara konvensional, dimana setiap guru secara individualmemegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media ini meliputi semua mediapembelajaran dan sumber belajar yang bisa digunakan oleh guru dalam mengajar di kelas,laboratorium, atau di luar kelas, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar(Setyosari dan Sihkabuden, 2005). Contoh: sketsa rantai makanan yang digambar guru dipapan tulis, peta Indonesia yang digunakan oleh guru untuk menjelaskan letak propinsi￾propinsi di Indonesia.
  2. Media yang penggunaannya secara modern meliputi:
  • Ruang kelas otomatisRuang kelas otomatis yaitu ruang kelas yang fungsinya dapat diubah-ubah secaraotomatis (guru tinggal menekan tombol tertentu). Perubahan ini misalnya perubahan dari kelas besar untuk ceramah menjadi kelas kecil untuk diskusi, untuk ruangan proyeksi, untuk laboratorium, dan lain sebagainya. Perubahan fungsi kelas dilakukan sesuai dengantujuan pengajaran dan keperluan pebelajar waktu itu.
  • Sistem proyeksi berganda (Multiprojection system) Suatu sistem ruang proyeksi melengkapi ruang kelas otomatis. Sistem ini diciptakanuntuk memungkinkan proyeksi bahan-bahan pembelajaran melalui berbagai proyektorsecara terkoordinasi. Saat ini sudah banyak ruang-ruang kelas, ruang kuliah, ruang rapat, dan ruang seminar yang dilengkapi dengan sistem proyeksi berganda.
  • Sistem interkomunikasiSistem ini dibuat dalam rangka pengajaran secara massal, dimana program pembelajarandisiarkan melalui televisi. Sistem ini digunakan untuk beberapa kelas dalam suatulembaga pendidikan atau untuk beberapa lembaga pendidikan. Pemeliharaan interaksi dan partisipasi pebelajar dilakukan dengan penyediaan media interkomunikasi.

SIMPULAN
    Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dapat menghasilkan proses pembelajaran yang efektif yang dimana menghasilkan proses komunikasi yang berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Adapun hambatan-hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran yaitu Verbalisme, Salah tafsir, Perhatian tidak berpusat, dan Tidak terjadinya pemahaman.

    Media Pembelajaran dalam proses pembelajaran memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran.Tiga kelebihan kemampuan media yakni Kemapuan fiksatif, Kemampuan manipulative, dan Kemampuan distributive.

    Berdasarkan persepsi indera, media diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yakni media audio, media visual, dan media audio visual. Media audio adalah media yang hanya mengandalkan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam.Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Klasifikasi media berdasarkan penggunaannya dapat dilihat dari sasaran penggunanya dan carapenggunaannya. Berdasarkan sasaran yang menggunakannya, media dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: media pendidikan/pembelajaran yang penggunaannya secara individual, media pendidikan/pembelajaran
    yang penggunaannya secara kelompok (baik kelompok kecil maupun kelompok besar), dan media pendidikan/pembelajaran yang penggunaannya secara massal.

    SARAN
    Diharapkan bagi pendidik maupun calon pendidik agar bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran dengan penggunaan media pembelajaran yang tidak terlepas dari pemahaman terhadap ragam dan karakteristik media tersebut, karena setiap jenis media pembelajaran memiliki kekhasan tersendiri untuk dapat diterapkan dan digunakan dalam pembelajaran. Hal ini perlu dijadikan bagian kemampuan dan keterampilan pendidik sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki untuk menjadi guruprofesional. Pendidik yang profesional dituntut untuk mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran karena proses pembelajaran bergantung pada pembuatan perencanaan pembelajaran, penerapan rencana pembelajaran, dan evaluasi yang akan dilakukan pendidik setelah pembelajaran selesai. Pendidik yang kreatif dan inovatif akan selalu didamba kehadirannya oleh siswa-siswi, karena selalu hadir dengan suasana kelas yang baru, penuh inovasi, dan kreativitas. Oleh karena itu dengan adanya kewajiban pendidik dalam merancang dan menjalankan pembelajaran diharapkan pendidik maupun peserta didik dapat menerapkan media pembelajaran yang beragam dan tepat sehingga dapat menciptakan suasana kelas yang terlihat lebih hidup banding kelas dengan guru yang tidak memakai media apapun. 

    REFERENSI

    Dasna, I Wayan. Modul I Hakikat Pembelajaran Inovatif dan Interaktif
    Santyasa, I wayan.2007. Landasan Konseptual Media Pembelajaran. Banjar:UPG
    Riana,Cepi. Komputer dan Media Pendidikan di sekolah Dasar. Unit 5 Media Pembelajaran
    Rusydiyah, Evi Fatimatur. MEDIA PEMBELAJARAN (Implementasi Untuk Anak di Madrasah Ibtidaiyah) . Surabaya: digital.uinsby.ac.id